Browsed by
Tag: Gadget

Anak Boleh Main Gadget Berapa Jam

Anak Boleh Main Gadget Berapa Jam

Anak Boleh Main Gadget Berapa Jam

Anak Boleh Main Gadget Berapa Jam – Pendiri Yayasan SEJIWA Deina Haryana mengatakan saat ini dari jurnal-jurnal yang pernah ia baca tidak ada jawaban pasti soal screentime ini.

Tapi ia memiliki hitungannya sendiri. Saat anak mulai menggunakan gadget di kehidupan sehari-hari, orang tua harus tau bagaimana cara mengontrolnya.

“Saya berani mengatakan kita mulai dari remaja akhir 16-18 tahun soal berapa lama mereka butuh di depan internet,” kata Diena dalam Tangkas Berinternet Google, Selasa.

“Dalam 24 jam untuk anak-anak di usia ini maksimal screentime-nya adalah empat jam. Harus ada orang tua memiliki satu patokan, empat jam itu sudah banyak sekali,” sambungnya.

Diena mengatakan angka ini dihitung dari sisa waktu yang dimiliki anak setelah dikurangi waktu tidur dan belajar. Dari tujuh hingga delapan jam waktu kosong yang dimiliki anak. Empat jam di antaranya bisa digunakan untuk menggunakan gadget dan internet.

Patokan screentime yang diberikan Diena adalah untuk anak usia 16-18 tahun. Jika usia anak lebih muda dari usia di atas. Tentu Diena menyarankan agar durasi penggunaan gadget dalam sehari dikurangi sesuai kebutuhan.

“Anak 2-5 tahun sebaiknya tidak ada gawai sama sekali. Nanti 5-6 tahun bolehlah video call dan orang tua tetap harus mendampingi,” jelas Diena.

Tidak menggunakan gadget di ruangan

Diena juga mengatakan anak dan orang tua sebaiknya tidak menggunakan gadget di dua ruangan saat berada di rumah, yaitu kamar tidur dan ruang makan.

Ia menjelaskan, saat anak menggunakan gadget di dalam kamar tidurnya, ada kemungkinan anak bisa didekati predator yang mengetahui waktu tidurnya.

“Kenapa ruang makan juga kita sebaiknya tidak gunakan gadget. Karena ini tempat untuk merayakan keluarga, share apa yang kita lakukan hari ini. Ini supaya orang tua bisa menguatkan koneksi dengan anak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Hubungan Publik Asia Tenggara Google Asia Tenggara Ryan Rahardjo mengatakan Google memiliki tools digital yang bisa dimanfaatkan orang tua untuk mengatur screentime anak bernama Family Link. Aplikasi ini bisa digunakan untuk memantau penggunaan gadget anak, termasuk durasinya.

“Untuk anak-anak yang duduk di bangku SD dan sudah punya gadget intinya keluarga bisa mengawasi anak di perangkat Android atau Chrombeook. Jadi mereka bisa tetapkan aturan dasar digital,” kata Ryan dalam kesempatan yang sama.

“Kegunaan Family Link di sini bisa set timer. Kalau sudah melebihi waktu HP-nya bisa mati sendiri. Ini salah satu cara kita juga di ponsel Android bisa make sure aplikasi apa saja yang dipakai agar memiliki digital wellbeing yang baik,” pungkasnya.

Penjualan Naik 173 Persen Realme Jadi Top 5 Smartphone di Asia Tenggara

Penjualan Naik 173 Persen Realme Jadi Top 5 Smartphone di Asia Tenggara

Penjualan Naik 173 Persen Realme Jadi Top 5 Smartphone di Asia Tenggara

Penjualan Naik 173 Persen Realme Jadi Top 5 Smartphone di Asia Tenggara – Counterpoint Research mengungkapkan kembali laporan analisis terbaru tentang pasar smartphone di Asia Tenggara pada kuartal 1 (Q1) 2020.

Berdasarkan laporan Counterpoint Research Market Monitor Q1 2020, Realme meraih peringkat menjadi Top 5 di kawasan Asia Tenggara.

Dikutip dari keterangan resminya, penjualan Realme mengalami kenaikan penjualan tahunan sebesar 173 persen, menjadikan Brand ponsel asal Tiongkok ini paling cepat perkembangannya di Asia Tenggara.

Walaupun pengiriman smartphone di kawasan Asia Tenggara mengalami penurunan 11 persen dan 13 persen secara global dibandingkan Q1-2019 karena Covid-19, Realme adalah satu-satunya brand smartphone yang mengalami pertumbuhan.

Pemain Teratas di Negara Asia Tenggara Ini

Menurut laporan yang sama, Realme berada di antara 5 pemain teratas di pasar-pasar utama Asia Tenggara pada Q1-2020.Di Thailand dan Kamboja, Realme menempati posisi Top 4, dengan tingkat pertumbuhan tahunan masing-masing 116 persen dan 252 persen.

Sementara di Indonesia, Brand ponsel ini mengalami peningkatan pertumbuhan tahunan hingga 105 persen.

Negara di Asia Tenggara lainnya, termasuk Filipina (peningkatan pertumbuhan tahunan 1800 persen), Vietnam (peningkatan pertumbuhan tahunan 92 persen) dan Myanmar (peningkatan pertumbuhan tahunan 350 persen) dan menempati posisi Top 5.

Tumbuh di Pasar Global

Lebih lanjut, Realme tetap mengalami pertumbuhan secara global pada Q1-2020 dan bertahan di peringkat 7 dunia, menjadikannya sebagai brand smartphone yang paling cepat berkembang dengan 35 juta pengguna di seluruh dunia.

Realme telah beroperasi di 27 negara dan telah melakukan perilisan di Asia Tenggara dengan memasuki pasar Indonesia dan Vietnam pada Oktober 2018.

Untuk menjawab permintaan tersebut, banyak vendor meluncurkan Smartphone mereka dengan kapasitas baterai yang besar, mulai dari 4000mAh hingga 5000mAh.

Meski Chipset Smartphone kini mampu mengoptimalisasi daya baterai saat dipakai, masih banyak perusahaan yang bereksperimen untuk meningkatkan kapasitas baterai perangkat mereka.

Menurut analisis dari Counterpoint, Realme mampu meraih posisi Top 5 di Filipina, Vietnam, Indonesia, dan Myanmar dalam waktu satu tahun peluncurannya.

Di Kamboja, baru dalam 1 kuartal dan masuk menjadi Top 5 di Thailand pada Q1-2020, menjadikan Realme sebagai salah satu brand terkemuka di semua pasar Utama kawasan Asia Tenggara.