Browsed by
Tag: 4G

Kominfo Fokus 4G Sampai Pelosok Sebelum Loncat ke 5G

Kominfo Fokus 4G Sampai Pelosok Sebelum Loncat ke 5G

Kominfo Fokus 4G Sampai Pelosok Sebelum Loncat ke 5G

Kominfo Fokus 4G Sampai Pelosok Sebelum Loncat ke 5G – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan bahwa untuk konektivitas 5G akan diterapkan di Indonesia dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya juga Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah menyiapkan frekuensi mulai dari 600 MHz hingga 6 GHz, terutama dalam rentang 3,5 GHz hingga 4,2 GHz untuk keperluan 5G. Akses internet 5G akan direalisasikan untuk smartphone pada 2020-2021.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Ismail MT juga memastikan bahwa 5G sebetulnya sudah siap untuk diimplementasikan.

Menurutnya sebelum melangkah ke 5G, pemerintah fokus meratakan jaringan 4G sampai ke pelosok negeri.

“Kita fokus 4G dulu agar konektivitasnya bisa sampai di pelosok Tanah Air,” kata Ismail lewat konferensi pers virtual.

Tahap awal koneksi 5G di kawasan industri

Kemenkominfo memastikan konektivitas 5G akan diterapkan terlebih dahulu di kawasan industri.

Menyoal 5G, Kemenkominfo sempat mengatakan ada sejumlah kendala untuk menerapkan teknologi jaringan 5G di Indonesia, terutama pada frekuensi low layer dan middle layer.

Low layer sendiri memiliki tiga frekuensi yaitu 700, 800, dan 900. Sementara middle layer berada di frekuensi 1800, 2100, dan 2300.

Sebab, kedua layer tersebut masih digunakan oleh operator lain jauh sebelum wacana 5G digaungkan.

Sama halnya dengan frekuensi 2.6 GHz dan 3.5 GHz yang masih digunakan oleh satelit dan pihak Kemenkominfo mengatakan pihaknya juga tengah mengupayakan percepatan proses pengakhiran frekuensi itu.

“Sudah siap kok 5G. Untuk 5G di industri beda lagi, nanti ini akan mendukung IoT karena nanti 5G akan dibangun di kawasan industri duluan,” ucap Ismail.

Ismail menjelaskan, nantinya 5G bakal dibangun di daerah yang membutuhkan latensi rendah sehingga Internet of Things (IoT) bisa diimplementasikan.

Digital dividend merupakan dampak akibat proses perpindahan sistem penyiaran televisi analog ke sistem penyiaran televisi digital.

Menurut Menkominfo Johnny G. Plate, saat ini pita frekuensi yang digunakan di Indonesia sebesar 328 MHz untuk penyiaran televisi analog. Sedangkan ‘pita emas’ frekuensi untuk menyelenggarakan penyiaran televisi secara digital sebesar 700 MHz.

Oleh sebab itu, Kemenkominfo akan melakukan efisiensi spektrum yang disebut digital dividend sebesar 112 MHz.

Kominfo Bekerjasama Dengan Operator Seluler Bangun Jaringan 4G di Wilayah 3T

Kominfo Bekerjasama Dengan Operator Seluler Bangun Jaringan 4G di Wilayah 3T

Kominfo Bekerjasama Dengan Operator Seluler Bangun Jaringan 4G di Wilayah 3T

Kominfo Bekerjasama Dengan Operator Seluler Bangun Jaringan 4G di Wilayah 3T,- Demi meningkatkan pelayanan komunikasi dan pengunaan internet di kawasan desa tertinggal, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng operator seluler membangun jaringan 4G di belasan desa tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

“Tepatnya sebanyak 11.228 dari 20.341 desa yang tercover dari 70 ribu desa (di seluruh Indonesia), 11 ribu sisanya ada di 3T,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli dalam Webinar Pemerataan Jaringan Telekomunikasi dalam Menyongsong New Normal Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: KARYAWAN GOOGLE MULAI NGANTOR LAGI JULI

Ramli membeberkan dari 83.218 desa atau kelurahan di seluruh Indonesia dipastikan dapat menikmati jaringan 4G sebanyak 70.670 wilayah, jumlah tersebut sudah masuk wilayah 3T.

Ramli melanjutkan, dari jumlah 20.341 desa di wilayah 3T, hanya 9.113 desa lainnya yang belum tercover. Dan hingga saat ini masih dalam upaya untuk mewujudkan pemerataan akses internet agar dirasakan seluruh masyarakat.

“Jadi pemerintah sudah melakukan bersama-sama dengan operator, tidak hanya membangun daerah-daerah yang non 3T, tetapi juga yang 3T,” tambahnya

Ramli mengungkapkan, 11.228 desa di 3T yang sudah tercover, 1.606 desa dibangun oleh BAKTI Kominfo dengan menggunakan dana USO, sedangkan 9.622 desa lainnya oleh operator.

“Jadi kalau 12.548 ini kalau kita bagi lagi, ada 9.113 berada di 3T, tetapi ada juga sekitar tiga ribu yang ada di wilayah-wilayah non 3T,” tuturnya.

Baca Juga: FACEBOOK MULAI BLOKIR IKLAN POLITIK JELANG PEMILU AS

Adapun, untuk wilayah non 3T yang belum tercover, pemerintah akan menyerahkan kepada operator-operator seluler untuk membangun, sementara di wilayah 3T oleh BAKTI.

“Karena desa-desa yang 9.113 ini otomatis sebetulnya mungkin secara keekonomian bagi operator agak kurang menarik karena mungkin penduduknya kecil, tetapi tetap harus (ada layanan internet), walaupun penduduknya sedikit desa itu tetap harus kita kasih sinyal,” tutupnya.

 

Sumber: techno.okezone.com