Sebuah Tempat Angker Saat Ritual Memakan Korban

Sebuah Tempat Angker Saat Ritual Memakan Korban

Sebuah Tempat Angker Saat Ritual Memakan Korban

Banyak hal yang dapat kita syukuri dari hidup pada zaman modern ini. Salah satunya adalah peradaban manusia yang sudah semakin maju dan perikemanusiaan yang lebih toleran. Contoh Sebuah Tempat Angker Saat Ritual Memakan Korban yang memerlukan nyawa manusia. Bayangkan saja, pada zaman dulu, terdapat keyakinan bahwa persembahan paling sempurna untuk para dewa Menurut /.

Sebuah Tempat Angker Saat Ritual Memakan Korban

Alhasil, beberapa suku zaman dulu mengorbankan nyawa manusia, entah itu nyawa orang yang tidak bersalah atau yang menjadi tahanan perang. Hal tersebut melakukan agar sang dewa senang dan memberikan “berkat”. Merinding mendengarnya? Kalau begitu, siapkan hatimu, inilah enam kebudayaan zaman dulu yang mempersembahkan nyawa manusia sebagai persembahan untuk dewa sesembahan mereka.

Dinasti Shang

Melansir dari https://togelbet100.com kebudayaan pertama yang mengambil nyawa manusia adalah Dinasti Shang (1600 – 1400 SM) dari Tiongkok. Hal ini terbukti dari tulisan pada tulang sapi atau cangkang penyu yang sering pakai oleh para peramal pada zaman itu sebelum mengambil keputusan. Tentu saja, tulang-tulang ini hanya bisa membaca oleh para peramal dan sang penguasa.

Kartago

Kartago “dulunya” adalah kota modern yang sekarang sudah menjadi Tunis, ibukota Tunisia, Afrika Utara. Masyarakat Kartago ketahui melakukan sejumlah ritual pengorbanan. Percayakah kamu, kalau mereka tega mengorbankan anak mereka sendiri. Maka hal ini sampai sekarang masih menjadi bahan perdebatan tidak sampai situ, terkadang mereka terlalu sayang dengan anak mereka.

Tanzania dan Malawi

Dukun-dukun ini tidak menyerang sembarangan orang. Mereka hanya menyerang kaum pengidap albinisme, seseorang yang menderita kekurangan pigmen sehingga kulit mereka putih. Bagi mereka, kaum albino adalah hasil perselingkuhan orang Afrika dengan orang kulit putih sehingga pantas untuk korbankan. Maka tidak main-main, praktik yang berjalan sejak tahun lamanya ini sudah melahap nyawa 75 orang albino.

Romawi Kuno

Jika pada bagian Kartago, Kekaisaran Romawi menyalibkan para rahib yang mengadakan praktik pengorbanan anak, bagaimana saat Hannibal menang melawan Romawi pada Pertempuran Cannae. Peradaban Kartago sempat menginvasi sebagian besar masyarakat Romawi setelah menang besar ke Cannae. Hasilnya, rakyat Romawi pun ikut tertular dengan praktik pengorbanan manusia.

Comments are closed.