Sebuah Fakta Sindrom Penglihatan Pada Digital Komputer

Sebuah Fakta Sindrom Penglihatan Pada Digital Komputer

Sebuah Fakta Sindrom Penglihatan Pada Digital Komputer

Masalah pada mata tidak hanya rabun dekat (hypermetropia) atau rabun jauh (myopia). Ada pula masalah lain, seperti sindrom penglihatan komputer. Seperti namanya, sindrom ini menyebabkan karena menatap layar terlalu lama, sehingga menimbulkan pusing, mata memerah hingga penglihatan jadi buram. Sebuah Fakta Sindrom Penglihatan Pada Digital Komputer dengan pemicu, gejala serta cara mengatasinya Menurut /.

Sebuah Fakta Sindrom Penglihatan Pada Digital Komputer

bekerja pada depan komputer memiliki gejala sindrom

Melansir dari https://103.55.37.23/ sindrom penglihatan komputer alias computer vision syndrome (CVS) terjadi akibat menatap layar komputer terlalu lama. Berdasarkan riset, sekitar 50-90 persen orang yang bekerja ke depan komputer memiliki gejala sindrom ini, ungkap laman Web MD yang bukan hanya orang dewasa yang mengalami sindrom ini.

Terjadi karena mata harus menyesuaikan fokus terus-menerus

Penasaran, bagaimana sindrom ini bisa terjadi? Ketika kita bekerja depan komputer, mata akan menyesuaikan fokus terus-menerus, terang laman Web MD. Misalnya, kita menyesuaikan fokus di layar komputer, lalu mengalihkan fokus ke laporan di buku dan kembali mengetik di komputer, begitu berulang-ulang karena kita mengubah fokus terus-menerus.

Seperti apa gejala sindrom penglihatan komputer

Bagaimana kita tahu kalau kita punya sindrom ini? Beberapa gejala ini bisa jadi pertanda, seperti penglihatan kabur, mata kering dan memerah, sakit kepala, iritasi mata hingga nyeri leher dan punggung, ungkap laman Web MD. Apabila tidak ditangani, mata akan mengalami kerusakan dalam jangka panjang Sementara, laman American Optometric Association, gejala-gejala ini.

Bagaimana cara mendiagnosis sindrom

Jika kamu menatap layar komputer setiap hari, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan. Ada beberapa pengujian yang harus dijalani, seperti memeriksa riwayat kesehatan pasien, obat apa saja yang diminum serta kebiasaan apa yang berkontribusi menciptakan sindrom ini, ungkap laman American Optometric Association.

Bisa mengatasi dengan kacamata dan terapi visual

Setelah dilakukan pengujian, kita biasanya disarankan memakai kacamata. Berbeda dengan kacamata biasa, kacamata ini memiliki desain lensa khusus yang bisa memaksimalkan kemampuan dan kenyamanan visual, tutur laman American Optometric Association. Bisa juga memakai lensa kontak yang memiliki kemampuan sama sindrom ini terkadang tidak bisa dengan kacamata dan lensa kontak.

Comments are closed.