Microsoft Akan Matikan Internet Explorer

Microsoft Akan Matikan Internet Explorer

Microsoft Akan Matikan Internet Explorer

Microsoft Akan Matikan Internet Explorer, – Microsoft akhirnya akan mematikan Internet Explorer. Sang raksasa software mengumumkan browser legendaris ini dijadwalkan resmi pensiun tahun depan. Dengan demikian, jika ada peretas yang menemukan kelemahan peramban ini, Microsoft tak akan lagi mengamankan kerentanan itu.

Mengingat masih banyak website dan aplikasi yang menggunakan Internet Explorer, Microsoft akan mematikan browsernya ini secara bertahap. Dalam postingan blognya, Microsoft menjelaskan bahwa Microsoft Teams tak lagi mendukung Internet Explorer 11 mulai November 2020.

Sedangkan untuk semua layanan dan aplikasi Microsoft 365, akan menghentikan dukungannya untuk Internet Explorer 11 mulai tahun depan hingga akhirnya resmi non aktif pada Agustus 2021.

Internet Explorer 11 adalah versi paling baru dan merupakan yang terakhir dari seri browser ini. Nantinya Internet Explorer 11 akan digantikan oleh Microsoft Edge, browser terbaru Microsoft berbasis software Chromium yang dikembangkan Google untuk Google Chrome.

Karenanya, Microsoft Edge menjanjikan lebih banyak fitur dibandingkan Internet Explorer. Dikutip dari Independent, ada juga versi lama Microsoft Edge yang belum berbasis Chromium. Versi ini juga akan ikut dimatikan mulai Maret 2021.

Penutupan Internet Explorer dan browser non-Chromium Microsoft sebenarnya sudah mulai dilakukan Microsoft sejak beberapa tahun lalu. Internet Explorer 8, 9, dan 10, dihentikan pada tahun 2016.

Perpindahan browser Microsoft ke Chromium memiliki konsekuensi yang lebih besar untuk masa depan internet terbuka. Chromium saat ini menjadi dasar software bagi Google Chrome, Microsoft Edge, Brave, Vivaldi, Avast Secure Browser, dan Opera.

Artinya, Google punya pengaruh lebih besar dalam hal fitur yang dikembangkan, praktik yang diterima, dan kegunaan mana yang dianggap penting.

Microsoft sejak lama telah berusaha untuk mematikan Internet Explorer. Perusahaan pertama kali meluncurkan browser Edge pada tahun 2015, dengan kode Project Spartan. Itu adalah awal dari akhir dari merek Internet Explorer.

Usaha itu gagal karena serangkaian kesalahan strategi. Microsoft kemudian memutuskan untuk memutuskan untuk membuang EdgeHTML miliknya sendiri untuk platform open source Chromium besutan Google.

Pada Januari 2020, Microsoft secara resmi mengumumkan browser Edge berbasis Chromium baru. Microsoft juga memperkenalkan banyak fitur baru, termasuk dukungan untuk ekstensi Chrome, tema, dan tab vertikal, yang hilang di versi lama. Sejak saat itu, Microsoft Edge asli besutan Windows disebut dengan Edge versi lama (legacy).

Comments are closed.