Browsed by
Tag: TIPS GADGET

Sebelum Beli MicroSD, Pahami 5 Kriteria Kualitasnya Ini

Sebelum Beli MicroSD, Pahami 5 Kriteria Kualitasnya Ini

Sebelum Beli MicroSD, Pahami 5 Kriteria Kualitasnya ini

Sebelum Beli MicroSD, Pahami 5 Kriteria Kualitasnya Ini – Di zaman sekarang, penting untuk memiliki smartphone dengan kapasitas memori internal yang besar. Kalau memori internalmu kecil, sebenarnya tak masalah karena ada microSD yang siap membantu menyimpan data. Namun, ternyata ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan sebelum membeli microSD, lho!

1. Cari tahu berapa kapasitas maksimal memori eksternal yang didukung oleh smartphone milikmu!

Setiap smartphone punya kapasitas maksimal memori eksternal. Misalnya, Samsung Galaxy S10 punya kapasitas microSD dari 32 GB sampai 512 GB. MicroSD yang melebihi kapasitas itu akan sulit bekerja dengan baik. Kapasitas ini berbeda-beda dari satu smartphone ke smartphone lain, jelas laman Techno Starry.

Melansirkan dari https://christian-mommies.com/desktop/home. Coba teliti dahulu sebelum membeli microSD. Kamu bisa mencari informasi lewat internet atau melalui manual book yang disertakan dalam pembelian smartphone. Daripada beli mahal-mahal tapi ujung-ujungnya gak terpakai? Kan jadi nyesek!

2. Tanyakan pada diri sendiri, seberapa banyak kapasitas memori yang dibutuhkan?

Tidak semua yang berukuran besar itu lebih baik. Termasuk, kapasitas microSD yang akan kita beli. Sebelum membeli, coba tanyakan pada diri sendiri, seberapa banyak kapasitas yang saya butuhkan? Membeli microSD dengan kapasitas terlalu besar akan sia-sia jika kita adalah tipe orang yang tak membutuhkan banyak ruang di smartphone.

Namun, kalau kamu tipe orang yang menyimpan banyak file foto, video atau aplikasi, maka microSD berukuran besar akan cocok untukmu. Tapi jika tidak, lebih baik hemat uangmu untuk membeli microSD dengan kapasitas lebih kecil.

3. Perhatikan kelas (class) microSD tersebut

Tahukah kamu, apa makna kelas (class) dari microSD? Kecepatan microSD dipengaruhi dari kelas microSD. Ada 5 kelas microSD, yakni Class 2 (kecepatan 2 MB/detik), Class 4 (kecepatan 4 MB/detik), Class 6 (kecepatan 6 MB/detik), Class 8 (kecepatan 8 MB/detik) dan Class 10 (kecepatan 10 MB/detik), terang laman Techno Starry.

Perlu diketahui, kecepatan tersebut adalah kecepatan baca tulis terendah. Sangat mungkin kecepatan itu akan bertambah, misalnya ketika kita melakukan copy-paste file ke laptop. Lebih cepat transfer file, lebih menghemat waktu!

4. Mengetahui perbedaan antara Micro SDHC dan Micro SDXC

Satu lagi perbedaan kecil yang perlu kita cermati, yakni Micro SDHC dan Micro SDXC. Sebenarnya, apa sih perbedaan di antara keduanya? SDHC adalah singkatan dari Secure Digital High Capacity, sementara SDXC adalah singkatan dari Secure Digital eXtended Capacity. Masih bingung?

Memori eksternal bertipe SDHC rata-rata berkapasitas 4 GB sampai 32 GB saja, sementara tipe SDXC menawarkan ruang penyimpanan lebih dari 32 GB. Namun, tidak ada perbedaan dari segi kecepatan baca tulis (read/write) dari microSD tersebut.

5. Ingin lebih cepat? Pakai aja microSD bertipe UHS!

Tahukah kamu, apa makna Ultra High Speed (UHS) dalam microSD? UHS menunjukkan kecepatan tulis minimum pada microSD dan terbagi lagi menjadi tiga, yaitu UHS-I, UHS-II dan UHS-III. Kecepatan minimal UHS-I adalah 10 MB/detik dan kecepatan maksimalnya adalah 104 MB/detik, ungkap laman Integral Memory.

Sementara, UHS-II memiliki kemampuan membaca hingga 300 MB/detik dan kemampuan tulis hingga 260 MB/detik. Dan UHS-III punya kecepatan menulis minimal 30 MB/detik dan kemampuan maksimal hingga 624 MB/detik, ungkap laman 4K Shooters. Jika kamu punya pekerjaan yang mengharuskan transfer file dengan cepat, maka UHS-III cocok untukmu.

Mencabut Colokan Alat Listrik Menghemat Banyak Biaya?

Mencabut Colokan Alat Listrik Menghemat Banyak Biaya?

Mencabut Colokan Alat Listrik Menghemat Banyak Biaya?

Mencabut Colokan Alat Listrik Menghemat Banyak Biaya? – Coba hitung deh, berapa jumlah alat elektronik yang ada di rumahmu? Secara rata-rata, satu rumah setidaknya memiliki 40 barang yang membutuhkan energi listrik. Mulai dari lampu, televisi, kipas angin, AC, kulkas, hingga charger untuk gadget.

Pertanyaan yang sering muncul ketika membicarakan listrik dan alat elektronik adalah, haruskah kita mencabut kabelnya dari stop kontak untuk menghemat listrik? Jika, iya, seberapa efektifkah cara tersebut? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini!

1. Alat elektronik adalah vampire power

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah iya, benar. Semua alat elektronik masih menyedot listrik walaupun kita telah mematikannya. Bagaimana itu bisa terjadi?

Kabel yang masih terhubung dengan stop kontak akan terus mengalirkan listrik ke alat elektronik kita. Gak heran jika para ahli menyebutnya sebagai vampire power atau vampir daya listrik.

Contoh sederhananya adalah televisi. Walaupun kamu telah mematikannya, lampu kecil di bawah layar tetap menyala, kan? Itu tandanya listrik masih terus mengalir ke dalamnya. Hal ini tidak merusak barang tersebut. Namun akan membuat pengeluaran listrik membengkak tanpa disadari.

2. Alat elektronik apa yang paling boros walau dalam keadaan mati?

Dilansir https://christian-mommies.com/desktop/home , vampire power paling besar pertama yang ada di rumah kita adalah alat elektronik dengan remote control. Benar, televisi, DVD player, AC, hingga garasi otomatis sangat banyak membuang listrik dengan percuma.

Selain itu, masih banyak lagi alat elektronik lain yang sangat boros walau sudah dimatikan. Berikut ini di antaranya:

Alat dengan adapter, seperti router Wi-Fi, komputer, dan printer;
Charger semua jenis gadget;
Alat yang terus-terusan menyala, seperti microwave, coffee maker, dan kulkas.

3. Berapa banyak listrik yang bisa kita hemat saat mencabut peralatan elektronik?

Lalu seberapa signifikan pengaruh mencabut alat elektronik terhadap pengeluaran listrik kita? Tentunya hal ini berbeda-beda tergantung pada seberapa banyak peralatan yang digunakan dalam satu rumah.

Namun studi dari Lawrence Berkeley National Laboratory menunjukkan bahwa vampire power bisa menghabiskan 5 hingga 25 persen dari total pengeluaran listrikmu. Itu bukan jumlah yang kecil.

Bayangkan saja, jika kamu mengeluarkan uang Rp200 ribu untuk listrik bulanan, kira-kira Rp16 ribu hingga Rp50 ribu di antaranya terbuang percuma. Sayang, kan?

4. Mencabut peralatan listrik juga bisa mencegah konslet

Selain menghemat pengeluaran, mencabut peralatan listrik juga bisa mencegah konslet, lho. Dilansir How Stuff Works, peristiwa ini biasa terjadi ketika ada peningkatan listrik secara tiba-tiba. Akhirnya, arus pun kaget dan terputus. Pada sebagian kasus, konslet juga bisa menyebabkan kebakaran.

Peristiwa ini rentan terjadi ketika kamu membiarkan peralatan listrik tetap menancap. Khususnya, mereka yang memakai daya lebih banyak, seperti AC, kulkas, dan microwave. Maka dari itu, mencabut peralatan tersebut adalah langkah yang tepat untuk mencegah konslet.

5. Tips untuk menghemat pengeluaran listrikmu

Berikut ini sejumlah cara lain yang bisa kamu lakukan untuk menghemat pengeluaran listrikmu:

  • Gunakan lampu dengan watt yang lebih kecil;
  • Penggunaan lampu LED juga bisa menghemat listrik;
  • Jangan setel AC terlalu dingin;
  • Gunakan stop kontak dengan saklar on/off, ini bisa membantumu menghemat;
  • Atur suhu kulkas seperlunya, gak perlu terlalu dingin;
  • Penuhi kulkas dengan makanan untuk menjaga suhu;
  • Tak perlu pasang AC di tempat yang memiliki ventilasi udara, dan lain-lain.

    Nah, mulai dari sekarang, biasakan untuk mencabut Aplikasi Kasir Restoran listrik jika tidak dipakai, ya. Bisa hemat pengeluaran, hemat sumber daya alam, sekaligus mencegah konslet!

Mana yang Benar untuk Laptop, Charge Terus atau saat Lowbat Saja?

Mana yang Benar untuk Laptop, Charge Terus atau saat Lowbat Saja?

Mana yang Benar untuk Laptop, Charge Terus atau saat Lowbat Saja?

Mana yang Benar untuk Laptop, Charge Terus atau saat Lowbat Saja? – Salah satu obsesi yang dimiliki para pengguna gadget saat ini adalah menjaga baterai laptop tetap awet untuk pemakaian jangka panjang. Akan tetapi coba jawab pertanyaan ini, deh. Kira-kira mana yang lebih baik, membiarkan laptop di-charge terus sambil memakainya atau hanya charge saat lowbat? Bingung, kan?

Perkara di atas memang sering menimbulkan perdebatan. Ada yang berpendapat bahwa memakai laptop sambil di-charge akan membuat baterai lebih awet. Ada pula yang mengatakan bahwa kita sebaiknya mencabut charger ketika baterai sudah penuh dan menyambungkannya lagi saat baterai tinggal sedikit.

Nah, untuk menjawab masalah tersebut, mari, simak ulasan berikut ini!

1. Laptop baru aman di-charge sambil digunakan

Memakai laptop sambil di-charge terus menerus memang bukanlah tindakan yang bijak pada beberapa tahun atau satu dekade yang lalu. Akan tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, hal ini bukanlah masalah yang besar jika dilakukan saat ini.

Sekarang, mayoritas laptop baru dibekali oleh baterai berjenis lithium-polymer atau lithium-ion. Keduanya mampu menghentikan proses pengisian daya ketika baterai sudah penuh. Jadi, kamu tak perlu takut akan risiko overcharging atau charge yang berlebihan.

2. Kamu harus waspada akan risiko laptop menjadi panas

Terlansirkan dari https://christian-mommies.com/desktop/home .Pertanyaan yang timbul adalah ke mana listrik yang masuk ke laptop melalui charger jika baterai tidak menyedot dayanya? Ternyata, listrik tersebut tidak melewati baterai, tetapi langsung memberikan daya kepada laptop. Hal inilah yang kemudian menjadi masalah.

Masih dari sumber yang sama, listrik yang terus dialirkan akan menghasilkan panas berlebih. Akibatnya laptop mengalami overheating atau suhunya menjadi terlalu tinggi. Kondisi tersebut memang tidak akan memberi dampak langsung. Namun jika ini terjadi terus menerus dalam jangka panjang, fungsi baterai akan menurun.

3. Studi: sebaiknya jangan terus charge baterai saat sudah penuh

Penelitian dari Battery University mengatakan bahwa membiarkan charger terus menempel saat baterai sudah mencapai 100 persen bisa membuatnya tegang dan bekerja ekstra. Hal ini akan membuat fungsi bahan kimia di dalam baterai menurun.

Maka dari itu, para peneliti menyarankan agar kita segera mencabut charger ketika baterai sudah penuh. Mereka mengatakan bahwa hal ini bekerja seperti relaksasi setelah melakukan pekerjaan yang berat.

4. Bahkan sebaiknya jangan mengisi daya hingga 100 persen

Bahkan sebenarnya, kita sebaiknya tidak mengisi daya baterai hingga 100 persen, lho. Setidaknya ketika kita tidak terlalu membutuhkan hal itu. Sebab baterai lithium-ion tidak perlu benar-benar diisi hingga penuh karena voltase listrik yang tinggi akan membuatnya “stres”.

Hal ini sama dengan yang dituliskan dalam jurnal IEEE Xplore. Peneliti menyarankan agar kita mencabut charger ketika baterai telah terisi 75 persen. Lalu isi kembali ketika baterai sudah terpakai hingga 20-25 persen. Cara tersebut akan memaksimalkan kapasitas baterai laptop.

5. Ketahanan baterai laptop pasti menurun seiring pemakaian

Walaupun begitu, kamu harus tahu bahwa ketahanan baterai laptop pasti menurun seiring dengan pemakaian. Ini adalah hal yang wajar dan terjadi pada semua perangkat elektronik, tak hanya laptop. Jika kamu telah memakainya selama beberapa tahun, jangan mengekspektasikan ketahanannya tetap sama seperti saat baru membelinya.

Hal yang bisa kamu lakukan untuk memperlambat proses tersebut adalah dengan menerapkan cara charge yang direkomendasikan di atas. Selain itu, sebisa mungkin jangan biarkan baterai benar-benar habis hingga 0 persen, ya. Hal ini akan mempercepat penurunan fungsi.

7 Manfaat Penting Mematikan Push Notificiation di HP

7 Manfaat Penting Mematikan Push Notificiation di HP

7 Manfaat Penting Mematikan Push Notificiation di HP

7 Manfaat Penting Mematikan Push Notificiation di HP – Ada berapa banyak aplikasi yang kamu install di handphone? Semakin banyak yang terpasang, semakin banyak pula notifikasi yang kamu dapatkan. Mulai dari media sosial, aplikasi berita, email, browser, hingga game. Notifikasi yang sering kamu dapatkan itu disebut dengan push notification.

Kini mereka berlomba-lomba mengirim notifikasi hanya untuk mendapatkan perhatian darimu. Tidak masalah jika memang pemberitahuan yang dikirimkan relevan. Namun sering kali yang terjadi adalah sebaliknya. Tidak hanya itu, handphone pengguna pun dibanjiri notifikasi dari setiap aplikasi.

Solusi yang terbaik adalah dengan mematikan push notification tersebut. Mengapa? Berikut ini penjelasannya.

1. Apa yang dimaksud dengan push notification?

Sebelumnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu push notification. Ini adalah pesan pemberitahuan yang dikirimkan langsung ke handphone pengguna.

Push notification kini menjadi tren di kalangan perusahaan karena dianggap lebih efektif daripada pemberitahuan melalui email. Itulah kenapa dua tahun belakangan ini perusahaan aplikasi dan pemilik situs banyak memanfaatkannya.

2. Terdapat dua macam push notification

Ada dua macam push notification berdasarkan asalnya, yaitu in-app dan web. In-app notification adalah pemberitahuan yang didapatkan dari aplikasi yang kamu install. Sedangkan web push notification adalah pemberitahuan yang kamu dapatkan dari situs tertentu.

Terlansirkan dari https://christian-mommies.com/desktop/home .Misalnya portal berita, marketplace, dan lain-lain. Untuk mendapatkannya, pengguna harus mengklik “allow” terlebih dahulu saat muncul pertanyaan notifikasi di dalam situs.

3. Tujuan dari push notification adalah meningkatkan keterlibatan pengguna

Bagi perusahaan aplikasi atau pemilik situs, push notification berguna untuk meningkatkan engagement atau keterlibatan pengguna. Pesan pemberitahuan yang masuk ke handphone akan mendorong pengguna untuk mengklik dan masuk ke situs atau aplikasi yang bersangkutan. Dengan begitu, perusahaan akan diuntungkan karena click rate pengguna pun meningkat.

4. Di sisi lain, push notification bisa mengganggu pengguna

Karena perusahaan berlomba-lomba untuk mengikuti tren ini, pihak yang dirugikan adalah pengguna. Mereka banyak mengirimkan notifikasi yang kurang relevan dengan pengguna.

Misalnya media sosial yang memberikan notifikasi setiap ada teman mem-posting sesuatu. Padahal teman tersebut tidak pernah berinteraksi dengan kita. Terkadang notifikasi iklan pun bisa masuk ke handphone.

5. Push notification bisa menyebabkan seseorang sulit untuk fokus

Jadi Push notification membuat handphone-mu berisik karena terus bergetar atau berbunyi. Ini akan menyita perhatianmu saat sedang mengerjakan aktivitas lainnya. Jason Fried dalam TED Talk mengatakan bahwa ia pernah mencoba mematikan push notification selama sebulan.

Perubahan utama yang ia rasakan adalah meningkatnya fokus dan produktivitas saat sedang bekerja. Ini karena kita tidak ada pemberitahuan yang mengingatkan kita untuk mengecek handphone setiap saat.

6. Kita tidak akan ketinggalan informasi walaupun mematikan push notification

Sebagian orang memang sengaja menyalakan push notification untuk aplikasi atau situs tertentu karena takut kelewatan informasi. Nyatanya hal itu tidak akan terjadi.

Kita tetap akan mengecek media sosial, email, dan portal berita di sela-sela aktivitas. Dengan melakukannya secara aktif, waktu yang dihabiskan untuk hal tersebut akan terasa lebih berkualitas.

7. Cara mematikan push notification agar handphone-mu lebih tenang

Semua handphone memungkinkan penggunanya untuk mengatur notifikasi yang ingin dan tidak ingin didapatkan. Kamu bisa menuju ke Settings, kemudian carilah pengaturan notifikasi.

Pilih notifikasi dari aplikasi apa saja yang ingin kamu nonaktifkan. Jika kamu ingin berhenti mendapatkan pemberitahuan dari situs, maka nonaktifkan notifikasi dari browser yang kamu gunakan.

Kamu juga bisa membuat pengecualian. Misalnya untuk email karena menyangkut pekerjaan, chat di WhatsApp atau LINE, SMS, telepon, dan lain-lain. Setelah mengatur notifikasi, handphone-mu akan lebih tenang dan tidak mengganggu aktivitasmu.

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Saat Membeli Keyboard Komputer

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Saat Membeli Keyboard Komputer

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Saat Membeli Keyboard Komputer

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Saat Membeli Keyboard Komputer – Pernah membeli keyboard komputer? Mungkin cukup sulit untuk membedakan mana keyboard yang bagus dan mana yang tidak, karena secara fisik bentuk keyboard semuanya sama saja.

Namun setiap keyboard memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda-beda, semakin bagus keyboard yang menggunakan maka semakin nyaman juga ketika menggunakan. Namun tidak sedikit orang yang salah dalam melakukan pembelian keyboard, entah itu kualitasnya yang buruk atau memang mendapatkan barang tiruan.

1. Tergiur dengan harga yang murah, padahal barangnya versi tiruan

Banyak orang yang membeli keyboard dengan harga murah, namun yang mereka dapatkan hanyalah keyboard yang tidak nyaman ketika terpakai dan mudah rusak setelah beberapa saat penggunaan.

Kita memang sering tergiur dengan keyboard yang harganya pada bawah pasaran, namun kalian harus lebih hati-hati karena siapa tau kamu terjebak dengan nama brand terkenal tapi barangnya hasil tiruan.

2. Membeli keyboard tanpa memperhatikan ketersediaan keypad numerik

Munkin kamu pernah membeli keyboard yang sangan bagus dan harganya mahal, namun sebelum membeli pernahkah kamu memperhatikan apakah keyboard tersebut memiliki keypad numerik atau tidak?

Bagi sebagian orang keypad numerik atau keypad yang tersusun dari angka-angka wajib ada pada sebuah keyboard karena lebih mudah pada saat menggunakan kalkulator.

Namun banyak juga orang yang tidak mau keyboard yang terlengkapi dengan keypad numerik karena mereka pikir akan mengambil banyak space pada bagian sebelah kanan.

3. Tidak memperhatikan untuk apa keyboard tersebut membeli, entah untuk kebutuhan biasa atau bermain game

Sebenarnya ada beberapa jenis keyboard yang jarang sekali orang ketahui, beberapa pada antaranya bahkan memiliki tampilan dan desain yang berbeda untuk mempermudah pengguna dalam menggunakannya.

Terlansirkan dari https://christian-mommies.com/desktop/home .Ada keyboard yang khusus untuk kebutuhan bermain game, ada juga yang memang membuat untuk keperluan mengetik biasa. Jadi sebelum kamu membeli keyboard, tentukan terlebih dahulu tujuan kamu, mengetik biasa atau game?

4. Asal beli keyboard tanpa memperhatikan tipe koneksi

Pada saat membeli keyboard kamu harus mempertimbangkan kenyamanan terutama dalam tipe koneksi, apakah lebih cocok menggunakan kabel atau nirkabel.

Tentu saja keduanya memiliki kelebihan masing-masing, sayangnya banyak orang yang tidak pernah mempertimbangkan hal ini pada saat membeli keyboard padahal efeknya lumayan besar pada kenyamanan pengguna.

5. Membeli keyboard pada tempat yang kurang terpercaya dan serba mahal

Banyak orang yang membeli keyboard yang sembarang tempat sehingga kualitas dari keyboard itu sendiri masih terragukan. Karena beberapa keyboard bahkan sangat mudah rusak entah itu dari tombol ketiknya atau rapuh pada build quality nya.

Dan juga kamu harus tahu harga pasaran dari keyboard yang kamu inginkan. Karena mungkin tidak semua toko menjual dengan harga yang sama, bisa jadi lebih mahal atau bahkan bisa sangat murah.

4 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Sampai Terkena Ya !

4 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Sampai Terkena Ya !

4 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Sampai Terkena Ya !

4 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Sampai Terkena Ya ! – Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami masalah komputer yang disebabkan oleh virus. File penting jadi hilang, performa komputer melambat, hingga bahkan berujung pada peretasan akun-akun kita di dunia maya.

Untungnya walaupun virus semakin canggih, teknologi yang dibuat untuk menghalaunya pun tak mau kalah. Itulah kenapa serangan virus jarang terjadi secara masif belakangan ini, berbeda dengan sebelumnya.

1. SQL Slammer/Sapphire

Pada Januari 2003, terdapat sebuah virus baru yang menyebar di seluruh jaringan internet Amerika Serikat. Tidak ada yang siap untuk menghadapinya sehingga virus ini berhasil membuat berbagai macam kerusakan.

Terlansirkan dari https://testyfesty.com/ .Hal ini mengakibatkan berhentinya server ATM, sejumlah maskapai penerbangan harus menunda jadwal keberangkatan karena online ticketing yang rusak, telepon 911 macet, hingga memblokir 27 juta orang dari internet.

Ternyata semua “bencana” itu disebabkan oleh virus jenis worm yang bernama SQL Slammer atau Sapphire. Ia dapat menguasai 75 ribu jaringan internet hanya dalam sepuluh menit. Uniknya, tahun 2016 virus ini sempat muncul lagi di berbagai belahan dunia. Namun kreator worm ini tidak diketahui hingga sekarang.

2. Melissa

Berikutnya ada Melissa. Nama yang unik untuk sebuah virus komputer. Iya, kan? Mengutip laporan The Infographics Show, ternyata “Melissa” diambil dari nama penari eksotik dari Florida, Amerika Serikat yang populer di tahun 1999.

Virus ini dimulai dari hal yang sederhana, yakni file word yang disebarkan melalui email. Ketika seseorang membukanya, file tersebut akan dikirimkan lagi kepada 50 kontak email orang tersebut. Mungkin tidak terdengar buruk, namun ia akan berdampak kuat ketika sampai ke email perusahaan besar.

Microsoft sampai mematikan layanan email agar tak terkena kerugian lebih besar. Diperkirakan, Melissa membawa kerugian hingga US$1,2 miliar. Untungnya kreator virus ini segera tertangkap dan dipenjara selama sepuluh tahun.

3. Anna Kournikova

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama “Anna Kournikova”. Virus berjenis worm ini memang mengambil nama atlet tenis perempuan terkenal di dunia. Lagi-lagi, virus ini menyebar dari email ke email.

Tak hanya itu, kreator virus menggunakan foto atlet tersebut sebagai clickbait agar lebih banyak orang yang tertarik untuk membuka email yang ia sebarkan. Namun ketika kamu mengkliknya, virus akan menyebar ke semua kontak di akun email.

Virus yang populer di tahun 2001 ini berhasil menguasai seluruh dunia dan menginfeksi jutaan komputer di dunia. Menurut data dari CBR Online, kerusakan yang disebabkan oleh “Anna Kournikova” mencapai US$166 ribu. Kreator virus menyerahkan diri setelah mengetahui kerugian yang ia sebabkan dan dihukum 150 jam pelayanan publik.

4. ILOVEYOU

Virus yang satu ini disebarkan melalui email dengan subjek “I love you”. Terdengar romantis memang, siapa yang tidak penasaran ketika mendapatkan pesan seperti itu, kan? Namun itulah cara kreator virus untuk memikat mangsanya.

Karena membuat orang-orang penasaran, ILOVEYOU sangat cepat menyebar ke 45 juta pengguna dalam sehari di tahun 2000. Tak hanya itu saja, virus yang satu ini juga mengobrak-abrik komputermu. Ia akan menghapus foto, audio, dan berbagai file penting lainnya.

Akibatnya, perusahaan Pentagon, CIA, hingga Parlemen Inggris menonaktifkan email mereka untuk menghindari pencurian data dan infeksi virus tersebut. Kerugian yang ditimbulkan oleh ILOVEYOU tercatat mencapai US$15 miliar.