Browsed by
Tag: GADGET HACK

Sebelum Beli MicroSD, Pahami 5 Kriteria Kualitasnya Ini

Sebelum Beli MicroSD, Pahami 5 Kriteria Kualitasnya Ini

Sebelum Beli MicroSD, Pahami 5 Kriteria Kualitasnya ini

Sebelum Beli MicroSD, Pahami 5 Kriteria Kualitasnya Ini – Di zaman sekarang, penting untuk memiliki smartphone dengan kapasitas memori internal yang besar. Kalau memori internalmu kecil, sebenarnya tak masalah karena ada microSD yang siap membantu menyimpan data. Namun, ternyata ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan sebelum membeli microSD, lho!

1. Cari tahu berapa kapasitas maksimal memori eksternal yang didukung oleh smartphone milikmu!

Setiap smartphone punya kapasitas maksimal memori eksternal. Misalnya, Samsung Galaxy S10 punya kapasitas microSD dari 32 GB sampai 512 GB. MicroSD yang melebihi kapasitas itu akan sulit bekerja dengan baik. Kapasitas ini berbeda-beda dari satu smartphone ke smartphone lain, jelas laman Techno Starry.

Melansirkan dari https://christian-mommies.com/desktop/home. Coba teliti dahulu sebelum membeli microSD. Kamu bisa mencari informasi lewat internet atau melalui manual book yang disertakan dalam pembelian smartphone. Daripada beli mahal-mahal tapi ujung-ujungnya gak terpakai? Kan jadi nyesek!

2. Tanyakan pada diri sendiri, seberapa banyak kapasitas memori yang dibutuhkan?

Tidak semua yang berukuran besar itu lebih baik. Termasuk, kapasitas microSD yang akan kita beli. Sebelum membeli, coba tanyakan pada diri sendiri, seberapa banyak kapasitas yang saya butuhkan? Membeli microSD dengan kapasitas terlalu besar akan sia-sia jika kita adalah tipe orang yang tak membutuhkan banyak ruang di smartphone.

Namun, kalau kamu tipe orang yang menyimpan banyak file foto, video atau aplikasi, maka microSD berukuran besar akan cocok untukmu. Tapi jika tidak, lebih baik hemat uangmu untuk membeli microSD dengan kapasitas lebih kecil.

3. Perhatikan kelas (class) microSD tersebut

Tahukah kamu, apa makna kelas (class) dari microSD? Kecepatan microSD dipengaruhi dari kelas microSD. Ada 5 kelas microSD, yakni Class 2 (kecepatan 2 MB/detik), Class 4 (kecepatan 4 MB/detik), Class 6 (kecepatan 6 MB/detik), Class 8 (kecepatan 8 MB/detik) dan Class 10 (kecepatan 10 MB/detik), terang laman Techno Starry.

Perlu diketahui, kecepatan tersebut adalah kecepatan baca tulis terendah. Sangat mungkin kecepatan itu akan bertambah, misalnya ketika kita melakukan copy-paste file ke laptop. Lebih cepat transfer file, lebih menghemat waktu!

4. Mengetahui perbedaan antara Micro SDHC dan Micro SDXC

Satu lagi perbedaan kecil yang perlu kita cermati, yakni Micro SDHC dan Micro SDXC. Sebenarnya, apa sih perbedaan di antara keduanya? SDHC adalah singkatan dari Secure Digital High Capacity, sementara SDXC adalah singkatan dari Secure Digital eXtended Capacity. Masih bingung?

Memori eksternal bertipe SDHC rata-rata berkapasitas 4 GB sampai 32 GB saja, sementara tipe SDXC menawarkan ruang penyimpanan lebih dari 32 GB. Namun, tidak ada perbedaan dari segi kecepatan baca tulis (read/write) dari microSD tersebut.

5. Ingin lebih cepat? Pakai aja microSD bertipe UHS!

Tahukah kamu, apa makna Ultra High Speed (UHS) dalam microSD? UHS menunjukkan kecepatan tulis minimum pada microSD dan terbagi lagi menjadi tiga, yaitu UHS-I, UHS-II dan UHS-III. Kecepatan minimal UHS-I adalah 10 MB/detik dan kecepatan maksimalnya adalah 104 MB/detik, ungkap laman Integral Memory.

Sementara, UHS-II memiliki kemampuan membaca hingga 300 MB/detik dan kemampuan tulis hingga 260 MB/detik. Dan UHS-III punya kecepatan menulis minimal 30 MB/detik dan kemampuan maksimal hingga 624 MB/detik, ungkap laman 4K Shooters. Jika kamu punya pekerjaan yang mengharuskan transfer file dengan cepat, maka UHS-III cocok untukmu.

4 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Sampai Terkena Ya !

4 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Sampai Terkena Ya !

4 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Sampai Terkena Ya !

4 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Sampai Terkena Ya ! – Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami masalah komputer yang disebabkan oleh virus. File penting jadi hilang, performa komputer melambat, hingga bahkan berujung pada peretasan akun-akun kita di dunia maya.

Untungnya walaupun virus semakin canggih, teknologi yang dibuat untuk menghalaunya pun tak mau kalah. Itulah kenapa serangan virus jarang terjadi secara masif belakangan ini, berbeda dengan sebelumnya.

1. SQL Slammer/Sapphire

Pada Januari 2003, terdapat sebuah virus baru yang menyebar di seluruh jaringan internet Amerika Serikat. Tidak ada yang siap untuk menghadapinya sehingga virus ini berhasil membuat berbagai macam kerusakan.

Terlansirkan dari https://testyfesty.com/ .Hal ini mengakibatkan berhentinya server ATM, sejumlah maskapai penerbangan harus menunda jadwal keberangkatan karena online ticketing yang rusak, telepon 911 macet, hingga memblokir 27 juta orang dari internet.

Ternyata semua “bencana” itu disebabkan oleh virus jenis worm yang bernama SQL Slammer atau Sapphire. Ia dapat menguasai 75 ribu jaringan internet hanya dalam sepuluh menit. Uniknya, tahun 2016 virus ini sempat muncul lagi di berbagai belahan dunia. Namun kreator worm ini tidak diketahui hingga sekarang.

2. Melissa

Berikutnya ada Melissa. Nama yang unik untuk sebuah virus komputer. Iya, kan? Mengutip laporan The Infographics Show, ternyata “Melissa” diambil dari nama penari eksotik dari Florida, Amerika Serikat yang populer di tahun 1999.

Virus ini dimulai dari hal yang sederhana, yakni file word yang disebarkan melalui email. Ketika seseorang membukanya, file tersebut akan dikirimkan lagi kepada 50 kontak email orang tersebut. Mungkin tidak terdengar buruk, namun ia akan berdampak kuat ketika sampai ke email perusahaan besar.

Microsoft sampai mematikan layanan email agar tak terkena kerugian lebih besar. Diperkirakan, Melissa membawa kerugian hingga US$1,2 miliar. Untungnya kreator virus ini segera tertangkap dan dipenjara selama sepuluh tahun.

3. Anna Kournikova

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama “Anna Kournikova”. Virus berjenis worm ini memang mengambil nama atlet tenis perempuan terkenal di dunia. Lagi-lagi, virus ini menyebar dari email ke email.

Tak hanya itu, kreator virus menggunakan foto atlet tersebut sebagai clickbait agar lebih banyak orang yang tertarik untuk membuka email yang ia sebarkan. Namun ketika kamu mengkliknya, virus akan menyebar ke semua kontak di akun email.

Virus yang populer di tahun 2001 ini berhasil menguasai seluruh dunia dan menginfeksi jutaan komputer di dunia. Menurut data dari CBR Online, kerusakan yang disebabkan oleh “Anna Kournikova” mencapai US$166 ribu. Kreator virus menyerahkan diri setelah mengetahui kerugian yang ia sebabkan dan dihukum 150 jam pelayanan publik.

4. ILOVEYOU

Virus yang satu ini disebarkan melalui email dengan subjek “I love you”. Terdengar romantis memang, siapa yang tidak penasaran ketika mendapatkan pesan seperti itu, kan? Namun itulah cara kreator virus untuk memikat mangsanya.

Karena membuat orang-orang penasaran, ILOVEYOU sangat cepat menyebar ke 45 juta pengguna dalam sehari di tahun 2000. Tak hanya itu saja, virus yang satu ini juga mengobrak-abrik komputermu. Ia akan menghapus foto, audio, dan berbagai file penting lainnya.

Akibatnya, perusahaan Pentagon, CIA, hingga Parlemen Inggris menonaktifkan email mereka untuk menghindari pencurian data dan infeksi virus tersebut. Kerugian yang ditimbulkan oleh ILOVEYOU tercatat mencapai US$15 miliar.